Sabtu, 05 Oktober 2013

Makanan yang Haram, adalah perkataan kita yang menyakiti Tuhan..!!!


Bahan Renungan : Matius 15: 10-18  


Saya ingin mengangkat topik tentang makanan yang halal, dan yang haram. Siapa bilang bahwa kita sebagai seorang Kristen dahulu tidak pernah mengenal akan makanan yang haram..?? di Imamat pasal yang ke-11 telah di jelaskan akan semua makanan yang diharamkan oleh orang yahudi pada saat itu. Namun, semua berbanding terbalik ketika Petrus berkotbah pada perjanjian baru, ia menegaskan bahwa tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang cacat atau haram, apabila seperti itu, untuk apa gunanya Tuhan menciptakannya. Jadi, tidak ada yang diharamkan Tuhan didalam hal makanan ini, semua hanya tergantung selera kita bagi orang yang memakannya, tentu kita dalam memasak makanan tersebut juga harus higenis, agar masakan tersebut dapat menjadi kekuatan bagi tubuh kita.
            Tetapi, di dalam perjanjian baru Tuhan dengan jelas menegaskan bahwa makanan yang haram itu adalah setiap apa yang kita keluarkan dari tubuh kita yang tidak baik/berkenan bagi hidup ataupun sekitar kita, itulah yang menajiskan kita “bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang”. Jadi, setiap tindakan-tindakan kita terkadang dapat menjadi haram, apabila kita tidak dapat menempatkan perkataan kita tersebut ditempat yang benar. Saya tidak dapat mengungkiri, bahwa saya juga sering melakukan hal yang membuat tubuh saya menjadi haram, saya sering mengingkari akan suatu janji, sering mengucapkan kata-kata yang kasar, tetapi kita juga harus berinstropeksi diri, agar kedepannya Roh Kudus dapat berkerja secara total di dalam hidup kita, untuk itu, hindari akan segala yang haram, yang membuat tubuh kita bercela dihadapan Allah.
            Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus, ada satu rencana besar yang Tuhan ingin buat bagi kehidupan kita, ada suatu aspek tujuan dan misi Tuhan, yang ingin dia lakukan untuk dunia ini, melalui kita, misi tersebut dapat terlaksana, tetapi lebih daripada itu, apabila sikap tingkah laku dan perkataan kita bercela di hadapan Allah, apakah misi Tuhan tersebut dapat terlaksana…?? Tentu tidak saudara, itu semua ada pada usaha kita menjadi sesuatu yang baru, menjadi berkat bagi sesame, itulah yang Tuhan mau dan inginkan, agar misiNya dapat terlaksana. AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar