Bahan Renungan : Matius 15: 10-18
Saya ingin mengangkat topik tentang makanan yang halal, dan
yang haram. Siapa bilang bahwa kita sebagai seorang Kristen dahulu tidak pernah
mengenal akan makanan yang haram..?? di Imamat pasal yang ke-11 telah di
jelaskan akan semua makanan yang diharamkan oleh orang yahudi pada saat itu.
Namun, semua berbanding terbalik ketika Petrus berkotbah pada perjanjian baru, ia
menegaskan bahwa tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang cacat atau haram, apabila
seperti itu, untuk apa gunanya Tuhan menciptakannya. Jadi, tidak ada yang
diharamkan Tuhan didalam hal makanan ini, semua hanya tergantung selera kita
bagi orang yang memakannya, tentu kita dalam memasak makanan tersebut juga
harus higenis, agar masakan tersebut dapat menjadi kekuatan bagi tubuh kita.
Tetapi, di
dalam perjanjian baru Tuhan dengan jelas menegaskan bahwa makanan yang haram
itu adalah setiap apa yang kita keluarkan dari tubuh kita yang tidak
baik/berkenan bagi hidup ataupun sekitar kita, itulah yang menajiskan kita
“bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar
dari mulut, itulah yang menajiskan orang”. Jadi, setiap tindakan-tindakan kita
terkadang dapat menjadi haram, apabila kita tidak dapat menempatkan perkataan
kita tersebut ditempat yang benar. Saya tidak dapat mengungkiri, bahwa saya
juga sering melakukan hal yang membuat tubuh saya menjadi haram, saya sering mengingkari
akan suatu janji, sering mengucapkan kata-kata yang kasar, tetapi kita juga
harus berinstropeksi diri, agar kedepannya Roh Kudus dapat berkerja secara
total di dalam hidup kita, untuk itu, hindari akan segala yang haram, yang
membuat tubuh kita bercela dihadapan Allah.
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus, ada satu
rencana besar yang Tuhan ingin buat bagi kehidupan kita, ada suatu aspek tujuan
dan misi Tuhan, yang ingin dia lakukan untuk dunia ini, melalui kita, misi
tersebut dapat terlaksana, tetapi lebih daripada itu, apabila sikap tingkah
laku dan perkataan kita bercela di hadapan Allah, apakah misi Tuhan tersebut
dapat terlaksana…?? Tentu tidak saudara, itu semua ada pada usaha kita menjadi
sesuatu yang baru, menjadi berkat bagi sesame, itulah yang Tuhan mau dan
inginkan, agar misiNya dapat terlaksana. AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar