Kamis, 13 Maret 2014

MEMBAWA BERITA KRISTUS TERANG DUNIA



EV : Yohannes 8 : 12 – 20
            Melalui firman Tuhan kali ini, Kristus memberikan suatu paham/falsafah ilmiah bahwa Ia adalah Hamba Allah yang telah dijanjikan untuk datang dan membawa janji keselamatan (Yoh 1:1 ; 1:14). Panggilan Tuhan melalui anakNya yang tunggal ini tentu beralasan dan memiliki proses yang tidak sebentar. Kristus menjadi terang dunia, itulah janji keselamatan yang diberikan Allah, sebagai lambang pemersatu umat dan lambang perdamaian dengan Allah atas segala dosa yang telah diperbuat manusia (Yoh 8:12).
            Kemudian, melalui nats ini pula, janji akan keselamatan tersebut diteruskan kepada kita umat manusia. Menjadi terang, menjadi garam, memberitakan kasih, itulah tugas panggilan yang diteruskan Kristus kepada kita. Lantas, apa yang telah kita persiapkan dalam membawa misi keselamatan Tuhan itu?
            Saya mengutip kisah nabi Yeremia yang merasa terkekan atau masih belum pantas dalam menjalankan tugas keselamatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Ada rasa keraguan yang terlintas di dalam pikirannya (Yer 1:6). Tentu hal-hal yang seperti inilah yang perlu kita jauhkan dari pemikiran-pemikiran kita. Saya pernah mengutip satu tulisan yang ditulis oleh Pdt.Halomoan Siahaan, yang menyatakan “Allah telah bertindak terlebih dahulu, lalu kitalah yang meneruskannya”. Allah telah bertindak dengan mengirimkan AnakNya yang tunggal sebagai lambang kasih dan keselamatan (Yoh 3:16),dan kita adalah penerus-penerus akan keselamatan tersebut dengan memberitakan berita keselamatan tersebut keseluruh penjuru dunia (Mat 28:19).
            Banyak diantara kita yang masih ragu akan tugas membawa berita kasih dan keselamatan Kristus kepada sesama. Banyak diantara teman-teman saya yang merasa bahwa dia belum yakin akan memberitakan kasih Kristus, karena berbagai pertimbangan hal akan kehidupannya. Saya akan coba mengajak kita untuk merenung, tidak ada pernah satu pun manusia yang tidak melakukan kesalahan atau dosa, saya pun merasa dosa saya lebih besar daripada dosa di sebelah saya. Tetapi saya coba merenung, apakah saya harus tertekun terus di dalam dosa saya? Ataukah saya harus mampu bangkit dari dosa saya dengan melakukan kebaikan? Orang baik sekalipun, pasti pernah melakukan dosa. Murid Yesus saja pasti pernah melakukan dosa. Tetapi karena kasih, dosa itu berganti menjadi sebuah tindak nyata seseorang untuk memberitakan terang Tuhan. Pemazmur berkata“Tuhan telah menjawab aku, dengan memberi kelegaan” (Mzmr 118 : 5b). Kristus telah memberikan kasihNya sebagai tanda pembebasan kita akan dosa-dosa kita. Lalu, ketika dosa-dosa itu mampu kita ubah menjadi tindak nyata kita akan kasih yang akan kita teruskan kepada sesama, kita pun akan berkata “Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut” (Mzmr 118 : 6a).
            Itulah janji Tuhan, ketika kita ingin selalu bersaksi akan Kristus dengan menjadi Garam dan Terang dunia, makan Tuhan ada di pihak kita. Awalnya memang rumit. Kristen itu selalu bergumul, memikul salib itu memang sakit. Tetapi akan indah di akhir, karena Kristus menyertai langkah kita dalam meberitakan berita keselamatan yang telah Allah genapi melalui AnakNya yang telah lahir untuk kita. Oleh karena itu, jangan takut, jangan gentar, semakin kita berani dalam melawan dan bangkit diatas dosa-dosa kita, semakin disitulah kita rasakan pertolongan nyata Tuhan ada di hidup kita. Berfokus kepada tujuan bersama kristus, share and care terhadap sesama, itulah kunci dalam menyukseskan misi Kristus tersebut. selamat menjadi Hamba yang membawa terang, Tuhan memberkati kita semua. AMIN