EV : Yohannes 8 : 12 – 20
Melalui firman Tuhan kali ini,
Kristus memberikan suatu paham/falsafah ilmiah bahwa Ia adalah Hamba Allah yang
telah dijanjikan untuk datang dan membawa janji keselamatan (Yoh 1:1 ; 1:14).
Panggilan Tuhan melalui anakNya yang tunggal ini tentu beralasan dan memiliki
proses yang tidak sebentar. Kristus menjadi terang dunia, itulah janji
keselamatan yang diberikan Allah, sebagai lambang pemersatu umat dan lambang
perdamaian dengan Allah atas segala dosa yang telah diperbuat manusia (Yoh
8:12).
Kemudian, melalui nats ini pula,
janji akan keselamatan tersebut diteruskan kepada kita umat manusia. Menjadi
terang, menjadi garam, memberitakan kasih, itulah tugas panggilan yang
diteruskan Kristus kepada kita. Lantas, apa yang telah kita persiapkan dalam
membawa misi keselamatan Tuhan itu?
Saya mengutip kisah nabi Yeremia
yang merasa terkekan atau masih belum pantas dalam menjalankan tugas
keselamatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Ada rasa keraguan yang terlintas di
dalam pikirannya (Yer 1:6). Tentu hal-hal yang seperti inilah yang perlu kita
jauhkan dari pemikiran-pemikiran kita. Saya pernah mengutip satu tulisan yang
ditulis oleh Pdt.Halomoan Siahaan, yang menyatakan “Allah telah bertindak terlebih dahulu, lalu kitalah yang
meneruskannya”. Allah telah bertindak dengan mengirimkan AnakNya yang
tunggal sebagai lambang kasih dan keselamatan (Yoh 3:16),dan kita adalah
penerus-penerus akan keselamatan tersebut dengan memberitakan berita
keselamatan tersebut keseluruh penjuru dunia (Mat 28:19).
Banyak diantara kita yang masih ragu
akan tugas membawa berita kasih dan keselamatan Kristus kepada sesama. Banyak
diantara teman-teman saya yang merasa bahwa dia belum yakin akan memberitakan
kasih Kristus, karena berbagai pertimbangan hal akan kehidupannya. Saya akan
coba mengajak kita untuk merenung, tidak ada pernah satu pun manusia yang tidak
melakukan kesalahan atau dosa, saya pun merasa dosa saya lebih besar daripada
dosa di sebelah saya. Tetapi saya coba merenung, apakah saya harus tertekun
terus di dalam dosa saya? Ataukah saya harus mampu bangkit dari dosa saya
dengan melakukan kebaikan? Orang baik sekalipun, pasti pernah melakukan dosa.
Murid Yesus saja pasti pernah melakukan dosa. Tetapi karena kasih, dosa itu
berganti menjadi sebuah tindak nyata seseorang untuk memberitakan terang Tuhan.
Pemazmur berkata“Tuhan telah menjawab aku, dengan memberi kelegaan” (Mzmr 118 :
5b). Kristus telah memberikan kasihNya sebagai tanda pembebasan kita akan
dosa-dosa kita. Lalu, ketika dosa-dosa itu mampu kita ubah menjadi tindak nyata
kita akan kasih yang akan kita teruskan kepada sesama, kita pun akan berkata “Tuhan di pihakku. Aku
tidak akan takut” (Mzmr 118 : 6a).
Itulah janji Tuhan, ketika kita
ingin selalu bersaksi akan Kristus dengan menjadi Garam dan Terang dunia, makan
Tuhan ada di pihak kita. Awalnya memang rumit. Kristen itu selalu bergumul,
memikul salib itu memang sakit. Tetapi akan indah di akhir, karena Kristus
menyertai langkah kita dalam meberitakan berita keselamatan yang telah Allah
genapi melalui AnakNya yang telah lahir untuk kita. Oleh karena itu, jangan
takut, jangan gentar, semakin kita berani dalam melawan dan bangkit diatas
dosa-dosa kita, semakin disitulah kita rasakan pertolongan nyata Tuhan ada di
hidup kita. Berfokus kepada tujuan bersama kristus, share and care terhadap
sesama, itulah kunci dalam menyukseskan misi Kristus tersebut. selamat menjadi
Hamba yang membawa terang, Tuhan memberkati kita semua. AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar