Sabtu, 23 November 2013

HIDUP KEKAL DI DALAM KRISTUS



EV: 1 TESALONIKA 4 : 13-18



Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus,


Pada Minggu ini kita telah mengakhiri tahun Gerejawi kita, dan sebentar lagi kita akan memasuki masa Advent, masa penantian akan kedatangan Kristus ke dunia ini. Dan, pada minggu ini pula, kita memperingati akan teman-teman seiman kita yang telah lebih dahulu menghadap Kristus (Parningotan di na monding).



Saudara-saudara yang terkasih,


          Pada era sekarang ini, menurut pendapat saya hal yang paling ditakutkan orang adalah kematian. Banyak orang dengan segala macam cara mengupayakan agar dirinya selalu di dalam kondisi yang baik, agar kematian itu dapat dicegah. Namun, lama/cepatnya kita hidup, kematian itu pasti akan datang di dalam kehidupan kita. Karena tanpa kematian kita tidak dapat melihat kerajaan Kristus yakni sorga (Yoh.14:6).

           Kemudian, banyak pula pada zaman sekarang ini yang suka memprediksi kapan itu kiamat, kemudian ada yang mengatakan hanya sekian ratus orang yang akan duduk disebelah kerajaan Allah. Apabila kita menelaah kitab Wahyu, mulai dari pasal 1 s.d pasal ke-20, tidak pernah Tuhan menjelaskan kapan hari Tuhan akan datang, kemudian apabila kita baca di Matius 20 : 23 dengan jelas Kristus menjelaskan tidak ada satu orang pun yang berhak mengetahui akan kerajaan Sorga, karna hanya Ia lah yang berhak memberikannya kelak.


Lantas, apa yang dapat kita refleksikan melalui renungan firman Tuhan kali ini?


1.Menjadi seorang Kristen yang berpengharapan kepada Kristus (Ay.13 ; 14)

           Banyak pada zaman sekarang ini orang meminta-minta berkat kepada arwah/kepada jasad orang mati. Mereka beramai-ramai pergi ke kuburan, meletakan kopi dan rokok, dan tanpa kita sadari, orang-orang seperti ini yang disebut sebagai "halak na so marogamo", tidak berpengharapan kepada Tuhan. Saya memetik beberapa kalimat yang dituliskan di Konfessi HKBP pasal 15 tentang peringatakn Orang yang telah meninggal, dikatakan : “Kita menentang pandangan yang mengatakan bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan arwah yang hidup dengan mendoakan arwah-arwah. Kita menentang pandangan yang mengatakan bahwa haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara menerima berkat bagi keturunannya. Dan dengan ajaran ini : kita menolak semua bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran tentang roh yang mengatakan : roh orang yang meninggal itu hidup, dan roh orang yang meninggal itu menjadi hantu dan roh (sumangot)”. Artinya, janganlah kita suka mengharapkan sesuatu dari hal yang diluar kehendak Tuhan, karena Tuhan menentang akan hal-hal seperti demikian. 
         Oleh karena itu, berpengharapanlah kepada Kristus, mengingat akan hari Tuhan sebagai sandaran ketika kita melakukan segala kegiatan dan aktivitas kita.Tuhan tidak melihat berapa banyak harta yang kita kumpulkan, seberapa banyak persembahan kita, apabila kita tidak secara sunguh-sunguh bertekun dan hidup di dalam kasihNya Sebab, Tuhan selalu melihat dan menghitung setiap perbuatan-perbuatan kita, baik yang berkenan kepadaNya maupun yang bertentangan dengan ajaranNya, sebab semua memperoleh buahnya dikemudian hari.


2.Yesus memberikan janjiNya tentang kerajaan Sorga (Yohannes 14 : 2)

          Kematian merupakan titi balik kita untuk mencapai kerajaan Sorga. Apabila Yesus tidak bangkit dan naik ke Sorga terlebih dahulu untuk memberitakan akan hal ini maka sia-sialah iman percaya kita kepadanNya (1 Korintus 15 : 12-14). Oleh karena itu, saudara-saudara yang terkasih, hiduplah menjadi seorang Kristen yang bertekun di dalam Kristus. Menjadi garam dan terang bagi sesama, karena ada satu hasil yang positif ketika kita melakukan semuanya itu. Allah menciptakan manusia hanya sekedar sebagai tempat persinggahan agar dunia ini terisi, karena setelah itu kita kembali beranjak ke Sorga, namun ketika kita mengkhianati Kristus melalui tindakan kita, janji Tuhan tentang kerajaan Sorga itu tidak akan pernah berpihak di dalam kehidupan kita.


Saudara- saudara yang terkasih,


             Dan puncak dari segala fase kehidupan manusia adalah, kita bersama-sama menghadap Tuhan bersama-sama dengan orang terdekat kita yang telah terlebih dahulu menghadap Tuhan (Ay.17), oleh karena itu, jadikanlah kematian seseorang itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan, bahwa Tuhan masih boleh memberikan nafas kehidupan kepada manusia, dan kita bsersama-sama dengan mereka yang telah mendahului kita melihat kerajaan Sorga yang tentram, penuh hikmat, dan tidak ada kemunafikan di dalamnya. saya ini mengakhiri renungan ini dengan suatu lagu yang terambil dari KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap"  Selamat Hidup Kekal Bersama Kristus. AMIN


KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap"
  1. Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
    fajar baru yang abadi merekah;
    bila nanti dibacakan nama orang tertebus,
    pada saat itu aku pun serta.
  2. Refrein: Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, pada saat itu aku pun serta.
  3. Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
    dibangkitkan pada pagi mulia
    dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
    pada saat itu aku pun serta
    .
                                                                                                               Selamat hidup kekal di dalam Tuhan. AMEN