EV: 1 TESALONIKA 4 : 13-18
Saudara-saudara
yang terkasih di dalam Kristus,
Pada Minggu ini
kita telah mengakhiri tahun Gerejawi kita, dan sebentar lagi kita akan memasuki
masa Advent, masa penantian akan kedatangan Kristus ke dunia ini. Dan, pada
minggu ini pula, kita memperingati akan teman-teman seiman kita yang telah
lebih dahulu menghadap Kristus (Parningotan di na monding).
Saudara-saudara
yang terkasih,
Pada era sekarang
ini, menurut pendapat saya hal yang paling ditakutkan orang adalah kematian.
Banyak orang dengan segala macam cara mengupayakan agar dirinya selalu di dalam
kondisi yang baik, agar kematian itu dapat dicegah. Namun, lama/cepatnya kita
hidup, kematian itu pasti akan datang di dalam kehidupan kita. Karena tanpa
kematian kita tidak dapat melihat kerajaan Kristus yakni sorga (Yoh.14:6).
Kemudian, banyak
pula pada zaman sekarang ini yang suka memprediksi kapan itu kiamat, kemudian
ada yang mengatakan hanya sekian ratus orang yang akan duduk disebelah kerajaan
Allah. Apabila kita menelaah kitab Wahyu, mulai dari pasal 1 s.d pasal ke-20,
tidak pernah Tuhan menjelaskan kapan hari Tuhan akan datang, kemudian apabila
kita baca di Matius 20 : 23 dengan jelas Kristus menjelaskan tidak ada satu
orang pun yang berhak mengetahui akan kerajaan Sorga, karna hanya Ia lah
yang berhak memberikannya kelak.
Lantas, apa yang
dapat kita refleksikan melalui renungan firman Tuhan kali ini?
1.Menjadi seorang
Kristen yang berpengharapan kepada Kristus (Ay.13 ; 14)
Banyak pada zaman
sekarang ini orang meminta-minta berkat kepada arwah/kepada jasad orang mati.
Mereka beramai-ramai pergi ke kuburan, meletakan kopi dan rokok, dan tanpa kita
sadari, orang-orang seperti ini yang disebut sebagai "halak na so marogamo", tidak
berpengharapan kepada Tuhan. Saya memetik beberapa kalimat yang dituliskan di
Konfessi HKBP pasal 15 tentang peringatakn Orang yang telah meninggal,
dikatakan : “Kita menentang pandangan
yang mengatakan bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan arwah yang hidup
dengan mendoakan arwah-arwah. Kita menentang pandangan yang mengatakan bahwa
haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara
menerima berkat bagi keturunannya. Dan dengan ajaran ini : kita menolak semua
bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran tentang roh yang mengatakan : roh
orang yang meninggal itu hidup, dan roh orang yang meninggal itu menjadi hantu
dan roh (sumangot)”. Artinya, janganlah kita suka mengharapkan sesuatu dari
hal yang diluar kehendak Tuhan, karena Tuhan menentang akan hal-hal seperti
demikian.
Oleh karena itu, berpengharapanlah kepada Kristus, mengingat akan
hari Tuhan sebagai sandaran ketika kita melakukan segala kegiatan dan aktivitas kita.Tuhan
tidak melihat berapa banyak harta yang kita kumpulkan, seberapa banyak persembahan kita, apabila
kita tidak secara sunguh-sunguh bertekun dan hidup di dalam kasihNya Sebab,
Tuhan selalu melihat dan menghitung setiap perbuatan-perbuatan kita, baik yang
berkenan kepadaNya maupun yang bertentangan dengan ajaranNya, sebab semua
memperoleh buahnya dikemudian hari.
2.Yesus memberikan
janjiNya tentang kerajaan Sorga (Yohannes 14 : 2)
Kematian merupakan
titi balik kita untuk mencapai kerajaan Sorga. Apabila Yesus tidak bangkit dan
naik ke Sorga terlebih dahulu untuk memberitakan akan hal ini maka sia-sialah
iman percaya kita kepadanNya (1 Korintus 15 : 12-14). Oleh karena itu,
saudara-saudara yang terkasih, hiduplah menjadi seorang Kristen yang bertekun
di dalam Kristus. Menjadi garam dan terang bagi sesama, karena ada satu hasil
yang positif ketika kita melakukan semuanya itu. Allah menciptakan manusia
hanya sekedar sebagai tempat persinggahan agar dunia ini terisi, karena setelah
itu kita kembali beranjak ke Sorga, namun ketika kita mengkhianati Kristus
melalui tindakan kita, janji Tuhan tentang kerajaan Sorga itu tidak akan pernah
berpihak di dalam kehidupan kita.
Dan puncak dari segala
fase kehidupan manusia adalah, kita bersama-sama menghadap Tuhan bersama-sama
dengan orang terdekat kita yang telah terlebih dahulu menghadap Tuhan (Ay.17),
oleh karena itu, jadikanlah kematian seseorang itu sebagai bentuk rasa syukur
kita kepada Tuhan, bahwa Tuhan masih boleh memberikan nafas kehidupan kepada
manusia, dan kita bsersama-sama dengan mereka yang telah mendahului kita
melihat kerajaan Sorga yang tentram, penuh hikmat, dan tidak ada kemunafikan di
dalamnya. saya ini mengakhiri renungan ini dengan suatu lagu yang terambil dari KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap" Selamat Hidup Kekal Bersama Kristus. AMIN
KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap"
- Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
fajar baru yang abadi merekah;
bila nanti dibacakan nama orang tertebus,
pada saat itu aku pun serta.
Refrein:
Bila nama dibacakan,
bila nama dibacakan,
bila nama dibacakan,
pada saat itu aku pun serta.
- Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
dibangkitkan pada pagi mulia
dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
pada saat itu aku pun serta. Selamat hidup kekal di dalam Tuhan. AMEN