Jumat, 27 Desember 2013

My Story

                  Hey friends, kali ini gw gak akan nulis reungan dsb, tapi gue mau nulis perjalanan hidup gw (biar kaya yang lain, edisi akhir tahun..wkwk). So, semua dimulai dari perjalanan hidup gue di SMA yang sebentar lagi akan berakhir dg datangnya UN (maklum mungkin gw adalah murid yang paling bangkotan dg kumis ter-sexsy di sekolah..:p ). jujur aja gw gak ngerasa ada euforia deg2an atau sejenisnya dengan temen2 yang lain menjelang UN. buktinya aja, untuk meredakan otak gw yang udah mulai chaotic semenjak jadi anak kelas XII, gw meutuskan untuk nonton, persis H-1 sebelum UN (Hebat kan gue..hahah). singkat cerita pengumuman pun tiba, dan gue dinyatakan untuk LULUS dari SMA.Super flat adalah ekspresi yang dapat digambarkan waktu itu (jelas aja, anak sekolah kalo udah ujian yang emang haru LULUS kan).
                 Berikutnya, ini adalah kisah yang paling melekat yang gak akan pernah gue lupakan sampai akhir tahun ini (maaf kalo agak lebay..hihi). yap, kisah itu bermula ketika gw memutuskan untuk melanjutkan study ke bidang Teologi. jujur aja, semenjak kecil gue terobsesi untuk menjadi seorang Pendeta di Gereja dimana gue dibaptis dan sidi, yaitu HKBP. bukan buat cari nama/pamor, dsb. menurut gue mungkin ini yang dinamakan panggilan Tuhan. awalnya gue ingin melanjutkan studi di STT HKBP Pematang-Siantar, tetapi ketika mendapat info kalau pendaftaran sudah ditutup, gue memutuskan untuk melanjutkan pendaftaran ke STT Jakarta. sesampainya dikampus, rasa penasaran gue akan kampus ini pun mulai terasa dari pertama gue markir motor. jujur aja kalo ke STT Jakarta, ini sudah kunjungan ke-3, karena sebelumnya udah pernah kesini nemenin nyokap acc.sertfikasi keguruannya, tapi tetep aja, yang namanya penasaran, ya kaya gini,, gue keliling kantinnya, lewatin kapelnya, lewati perpusnya dsb. singkat cerita ketika tiba hari ujian, gue mengikuti seluruh tahap ujian dengan lancar, dengan harapan dapat diterima dan mimpi gue menjadi Pendeta segera terwujud. jujur di fase-fase seperti ini, sifat egois gue muncul. hingga hari pengumuman tiba, nama gue gak ada di daftar orang-orang yang diterima. jujur semenjak itu, gue serasa gak punya semangat hidup, sedih se sedih2nya, galau, dll.mungkin ini yang dibilang "banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih" mungkin gue diantaranya, ketika gue punya niat, Tuhan belum berkenan. gue berusaha ikhlas dengan ketetapan yang Tuhan berikan dalam hidup gue, sambil berfikir, kemana gue akan melanjutkan studi.
                hingga akhirnya, Tuhan mempertemukan gue dengan suatu universitas, yang mungkin jodoh dengan gue, Univ.Pacasila, demikian namanya. disini banyak orang-orang yang gokil menurut gue, apalagi teman-teman sekelas gue, mulai dari ketua kelas yang namanya dikenal seluruh maba ekonomi, sampai 2 anak kadudul + pongo "Yoga dan Alan". jujur disini gue ngerasa nyaman, mungkin inilah yang disbut dengan jalan Tuhan di dalam hidup gue. dan gue ketemu sama satu temen,yang asik, gokil, seru, friendly namanya Rivaldy. menurut gue dia itu bukan lagi best friend, tapi udah lebih kaya debang (dedek-abang..wkwk), secara, gue kemana, dia pasti ikut, dia kemana gue juga ikut. tapi paling males, kalo ceritanya ttg si gneis melulu (Ceweknya Valdy), Pliss brooh, lu cerita sama orang yang jelas-jelas masih jomblo *ngenesss -___-
            
              Oke, sekian ya pengalaman gue di tahun ini, harapan 2014, lulus ujian semestar dengan IP terbaik, lulus kuliah dengan hasil yang memuaskan. obsesi mungkin akan mencoba melanjutkan studi Teologi lagi, kalo Tuhan berkenan, karena passion gue itu adalah menjadi gembala Tuhan, semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. AMIN :)

Rabu, 25 Desember 2013

DATANGLAH, YA RAJA DAMAI



Ev: Yesaya 9 : 5
            Tidak terasa, Natal telah tiba, bentuk-bentuk perayaan pra-Natal pun sudah dimulai. Semarak Natal mulai terasa, hiasa-hiasan Natal menambah meriah moment yang indah di bulan Desember ini. Kristus, Raja Damai itu telah datang. Menyelamatkan dan menghancurkan sifat buruk di dalam kehidupan manusia. Ia adalah hakim yang agung dan adil bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.
 

           
          Inilah janji Allah yang dinubuatkan di dalam kitab Yesaya, bahwa akan datang Raja Damai, yakni Kristus. Ia memberikan solusi atas permasalahan yang kita miliki. Ia memperdamaikan kita dengan Allah. Ia adalah jaminan atas dosa-dosa kita. Ia mentransformasi kasih Allah menjadi nyata di dalam kehidupan kita. Memperdamaikan kita dengan Allah, dan membawa kita dari kegelapan menuju terang dan hidup baru.
           
          Berikutnya, Natal bukanlah sebatas perayaan ceremonial yang setiap tahun dilakukan oleh umat kristen. Melainkan memaknai Natal sebagai moment dimana Kristus datang kedalam hati kita untuk menyegarkan batin kita, yaitu Imanuel, yang berarti Allah beserta dengan kita. Biarpun kita mengalami pergumulan hidup, Imanuel beserta kita. Ketika kita mengalami keluh kesah, Imanuel beserta kita. Allah memberikan suatu kabar melalui malaikatNya, bahwa hari ini sampai selama-lamanya Imanuel beserta dengan kita. Tak ada yang perlu kita kuatirkan sebab Allah beserta kita.

            Kemudian, kita harus mempersiapkan hati kita. Banyak orang terlibat dalam pelayanan ceremonial Natal, tetapi belum dapat memaknai makna Natal yang sesungguhnya. Yang kita persiapkan adalah kesungguhan hati dan keimanan kita menyambut messias yang telah datang. 

Natal bukanlah masalah perayaannya, tetapi Natal memiliki arti, bahwa Allah masih mengasihi kita umat manusia (Yoh 3 :16). Oleh karena itu saudaraku, patutlah kita bersyukur akan kasih Allah kepada kita umat manusia. Ia selalu membuat rancangan terbaik dan yang terindah kedalam kehidupan kita dengan mengirim AnakNya yang tunggal sebagai simbol penebusan dosa-dosa kita. Hilangkan keraguanmu kepadaNya. Percayalah, Ia telah lahir kedalam hatimu. Ia akan melegakan jiwamu. Selamat Natal, selamat bersukacita, semoga Imanuel selalu berserta kita. AMIN

Jumat, 13 Desember 2013

Kedatangan Kristus, menjadikan kita menjadi bangsa yang kudus, dan menjadi berkat bagi sesama



Ev: Yesaya 35:1-10
                Tidak terasa, kita telah kembali memasuki masa advent, masa penantian akan kedatangan Kristus ke dunia ini. Mulai banyak kita lihat rangkaian bentuk perayaan Natal dalam menyambut kedatanganNya ke dunia ini. Kristus datang dengan satu tujuan membuat kita berdamai dengan Allah, dengan menjadikan Dia korban penebusan akan dosa kita, dan menjadikan kita sebagai bangsa yang kudus, dan dapat menjadi saluran berkat bagi sesama.
            Di ayat pertama, jelas kita lihat Tuhan telah memilih dan mengutus kita jauh sebelum kita lahir. Bentuk pengutusan ini, dapat kita lihat dalam kisah kelahiran Yesus, bahwa jauh sebelum ia dikandung oleh Maria, telah banyak nubuat akan Dia, (Yesaya 9:5). Lantas Ia meneruskan nubuatan itu ke dalam kehidupan kita. Menjadikan kita sebagai terang. Lantas, kita pun, harus tertuju dan fokus kepada Kristus, karena hidu kita hanyalah ingin tertuju kepada Ia. Kemudian, kita melihat suatu bentuk penantian akan kedatangan Kristus, sebagai refleksi akan kehidupan kita. Cepat atau lambat, Kristus pasti akan datang untuk kita, akan tetapi yang terjadi pada era sekarang ini adalah orang yang membelakangi dan berpaling daripada Kristus.
            Ada suatu cerita yang mungkin  sudah pernah kita dengar. Ada seorang pekerja tukang kayu, si tukang kayu ini sudah tua dan renta, ia ingin memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, karena ia sudah merasa bahwa sudah waktunya untuk pensiun, karena menurutnya ia sudah tidak memiliki tenanga untuk merubah kayu menjadi benda yang bermanfaat. Lantas ia mengajukan permohonan pensiunnya tersebut kepada mandornya. Ketika si tukang kayu telah melayangkan surat pengunduran diri, atas satu permintaan terakhir si mandor untuk si tukang kayu ini, yakni membuatkan suatu rumah yang paling bagus dari kayu yang terbaik. Alangkah kesalnya si tukang kayu ini mendengar jawaban si mandor, padahal ia ingin pensiun, tetapi masih disuruh untuk bekerja. Akhirnya, dengan kekesalan tersebut, si tukang kayu ini akhirnya menuruti permintaan si mandor, akan tetapi ia membuat rumah tersebut dengan konstruksi yang asal-asalan, dengan kualitas kayu yang buruk. Ketika rumah tersebut telah jadi, ia melaporkannya kepada si mandor, bahwa rumah permintaan si mandor tersebut telah jadi. Tetapi alangkah terkejutnya si tukang kayu ini yang mendengar statement dari si mandor, bahwa rumah yang ia buat dengan kualitas terburuk itu, untuk dia dan ditingali oleh si tukang kayu ketika ia pensiun. Sungguh alangkah menyesalnya si tukang kayu tersebut mendengar jawaban atas pekerjaanya.
            Saudara yang terkasih, yang dapat kita maknai dari cerita diatas, ketika kita tidak terfokus pada satu tujuan, yakni kristus, kita tidak akan mendapatkan buah yang baik. Marthin Luther pernah berkata, “Percuma saja Yesus lahir 1.000 kali ke dunia ini, apabila Ia tidak dapat lahir di hatimu”. Percuma kita merayakan Natal setiap tahun dengan berbagai bentuk perayaan yang meriah, apabila kita tidak terfokus pada satu tujuan yakni Kristus lahir untuk mengutus kita, menjadi manusia yang terberkati, dan berkat tersebut dapat dirasakan oleh sesama. Sering kita egois dengan kepentingan kita. Saya pun merasakannya, ketika doa saya tidak dijawab Tuhan untuk melanjutkan studi di tempat yang saya inginkan, ada satu kekecewaan di pikiran saya terhadap Tuhan. Tetapi saya terus merenungi maksud Tuhan, Kristus, lahir untuk membuat suatu rancangan yang indah dimasa yang akan datang, dan itu yang saya rasakan. Ada motivasi Tuhan membentuk karakter dalam diri manusia melalui kelahiranNya. Menciptakan manusia yang berkualitas, rendah hati, dan penuh kasih.  Ada satu lagu yang mengisnpirasi saya dan mungkin kita semua untuk terus berkarya di dalam Kristus, baik di dalam pergumulan kita, ada satu janji Kristus, Ia akan datang, dan semua indah pada waktunya. Lagu ini diambil dari PKJ No.164 : 1&3 “Jalan Hidup Tak Selalu”
Jalan hidup tak selalum tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata, pada waktu yang tepat mungkin langit tak terlihat, oleh awan yang tebal, diatasnyalah membusur, p’langi kasih yang kekal.
Reff:   
Habis hujan tampak p’langi, bagai janji yang teguh, dibalik duka menanti, p’langi kasih TuhanMu.

Jauhkan takut putus asa, walau jalanmu gelap, perteguh kepercayaan, dan langkahmu pertegap.“Tuhan itu ada kasih”, itulah penghiburmu, diatas duka bercahaya, p’langi kasih TuhanMu
Reff: Habis hujan, tempak p’langi......

            Ber-Advent, berarti berpengharapan, tidak goyah dengan segala rintangan dan pergumulan yang ada, karena ada satu janji Allah, bahwa Ia akan mengruniakan AnakNya Yesus Kristus, sebagai lambang perdamaian dan kekudusan, dan Ia akan melegakan hati yang penat. Selamat ber Advent, selamat berpengharapan kepada Kristus. A M E N

Selasa, 03 Desember 2013

LEBIH DEKAT BERSAMA KRISTUS



EV : Mazmur 5 : 1-13
            Andrew Carnegie pernah menulis bahwa seseorang menggunakan rata-rata 25% dari energi dan kemampuannya ketika bekerja. Dunia akan memberi pujian apabila ada orang yang mempergunakan 50%  dari kapasitasnya. Bahkan banyak orang yang rela jungkir balik sebagai cara mengagumi orang yang menggunakan 100% kemampuannya. Ungkapan Andrew Carnegie ini tentu saja memberi kesan bahwa adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi seseorang menggunakan sepenuhnya energi dan kemampuannya untuk pekerjaannya.
            Saudara yang terkasih, dalam nats renungan ini ada maksud  Tuhan, yakni yang dituntut dari kita bukanlah energi/kemampuan yang 25% atau 50% tetapi lebih kepada hati kita, kualitas hidup kita untuk lebih dekat bersama Kristus. Kita mengaplikasikan statement Andrew Carneigie ini kedalam kualitas waktu kita untuk Tuhan. Kristus sudah membuat waktu itu teratur yakni 24 jam, tetapi adakah kita sediakan waktu kita 5-10 menit saja untuk lebih dekat denganNya?
            Saudara-saudara yang terkasih, lebih dekat bersama Kristus pun dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita dengan mengasihi Tuhan Allah dan sesama (Markus 12:28-34). Survey membuktikan pasangan muda baik yang sudah menikah/masih pacaran mengalami keruntuhan hubungan karena kurangnya rasa setia, dan melalui nats ini Tuhan melihat seberapa setiakah orang kepadaNya, dengan menyisihkan waktunya untuk bekerja 25 -50% tersebut kedalam suatu waktu teduh untuk lebih dekat dengan Kristus.
            Lantas, apa yang dapat kita resapi/sebagai bahan renungan ketika kita lebih dekat dengan kristus?
1.Yesus memberi kelegaan dan menjawab akan beban/pergumulan di dalam kehidupan kita
     (Matius 11:28-30)
            Seberat apapun rintangan dalam hidup kita, Kristus memberikan jaminan/solusi atas masalah-masalah kehidupan kita. Ketika kita ingin lebih dekat dan mau menyediakan waktu yang teduh, quality time yang bagus untuk Tuhan, kita dapat meresapi solusi yang Tuhan berikan atas pergumuluan kita
2.Ketika kita lebih dekat dengan Kristus, bukan lagi kita yang hidup di dalam kedangingan melainkan
    Kristus yang hidup di dalam hidup kita (Galatia 2:20)
            Kristus akan memberikan rohNya yang kudus itu kepada setiap orang yang ingin selalu dekat dan tidak ingin meninggalkan kristus di dalam hidupnya. Lantas yang menjadi pergumulan dan renungan di dalam kehidupan kita adalah bagaimana kita sudah mengupayakan agar Kristus dapat hadir di dalam kehidupan kita, dengan cara lebih dekat dan menyiapkan Quality Time yang maksimal kepada Tuhan.
             Mari kita saling melengkapi dengan Kristus. Ia telah menyediakan waktu untuk kita lebih daripada apa yang telah kita berikan kepadaNya, hanya dengan menyediakan waktu yang sedikit saja dari waktu yang begitu banyak yang kita miliki untuk menyadari dan meresapi bahwa Yesus telah menyiapkan suatu rancangan yang luar biasa bagi kehidupan kita setiap waktu, baik dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang, melebihi apa yang kita berikan kepadaNya. Saya ingin mengakhiri renungan ini dengan sebuah kidung pujian dari KJ.457:1&6
Ø  Ya Tuhan tiap jam, ku memerlukanMu
Engkau lah yang memb’ri, sejahtera penuh
Reff:Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
     Ku datang jurus’lamat, berkatilah.

Ø  Ya Tuhan, tiap jam penuhi hatiku
Supaya bersyukur selalu padaMu
Reff: Setiap jam ya Tuhan....

Selamat untuk lebih dekat bersama Kristus, semoga Ia selalu membimbing kita disetiap waktu. AMIN

Sabtu, 23 November 2013

HIDUP KEKAL DI DALAM KRISTUS



EV: 1 TESALONIKA 4 : 13-18



Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus,


Pada Minggu ini kita telah mengakhiri tahun Gerejawi kita, dan sebentar lagi kita akan memasuki masa Advent, masa penantian akan kedatangan Kristus ke dunia ini. Dan, pada minggu ini pula, kita memperingati akan teman-teman seiman kita yang telah lebih dahulu menghadap Kristus (Parningotan di na monding).



Saudara-saudara yang terkasih,


          Pada era sekarang ini, menurut pendapat saya hal yang paling ditakutkan orang adalah kematian. Banyak orang dengan segala macam cara mengupayakan agar dirinya selalu di dalam kondisi yang baik, agar kematian itu dapat dicegah. Namun, lama/cepatnya kita hidup, kematian itu pasti akan datang di dalam kehidupan kita. Karena tanpa kematian kita tidak dapat melihat kerajaan Kristus yakni sorga (Yoh.14:6).

           Kemudian, banyak pula pada zaman sekarang ini yang suka memprediksi kapan itu kiamat, kemudian ada yang mengatakan hanya sekian ratus orang yang akan duduk disebelah kerajaan Allah. Apabila kita menelaah kitab Wahyu, mulai dari pasal 1 s.d pasal ke-20, tidak pernah Tuhan menjelaskan kapan hari Tuhan akan datang, kemudian apabila kita baca di Matius 20 : 23 dengan jelas Kristus menjelaskan tidak ada satu orang pun yang berhak mengetahui akan kerajaan Sorga, karna hanya Ia lah yang berhak memberikannya kelak.


Lantas, apa yang dapat kita refleksikan melalui renungan firman Tuhan kali ini?


1.Menjadi seorang Kristen yang berpengharapan kepada Kristus (Ay.13 ; 14)

           Banyak pada zaman sekarang ini orang meminta-minta berkat kepada arwah/kepada jasad orang mati. Mereka beramai-ramai pergi ke kuburan, meletakan kopi dan rokok, dan tanpa kita sadari, orang-orang seperti ini yang disebut sebagai "halak na so marogamo", tidak berpengharapan kepada Tuhan. Saya memetik beberapa kalimat yang dituliskan di Konfessi HKBP pasal 15 tentang peringatakn Orang yang telah meninggal, dikatakan : “Kita menentang pandangan yang mengatakan bahwa orang yang mati dapat berhubungan dengan arwah yang hidup dengan mendoakan arwah-arwah. Kita menentang pandangan yang mengatakan bahwa haruslah mendirikan tugu untuk menghormati orang yang mati sebagai cara menerima berkat bagi keturunannya. Dan dengan ajaran ini : kita menolak semua bentuk ajaran agama kekafiran terutama ajaran tentang roh yang mengatakan : roh orang yang meninggal itu hidup, dan roh orang yang meninggal itu menjadi hantu dan roh (sumangot)”. Artinya, janganlah kita suka mengharapkan sesuatu dari hal yang diluar kehendak Tuhan, karena Tuhan menentang akan hal-hal seperti demikian. 
         Oleh karena itu, berpengharapanlah kepada Kristus, mengingat akan hari Tuhan sebagai sandaran ketika kita melakukan segala kegiatan dan aktivitas kita.Tuhan tidak melihat berapa banyak harta yang kita kumpulkan, seberapa banyak persembahan kita, apabila kita tidak secara sunguh-sunguh bertekun dan hidup di dalam kasihNya Sebab, Tuhan selalu melihat dan menghitung setiap perbuatan-perbuatan kita, baik yang berkenan kepadaNya maupun yang bertentangan dengan ajaranNya, sebab semua memperoleh buahnya dikemudian hari.


2.Yesus memberikan janjiNya tentang kerajaan Sorga (Yohannes 14 : 2)

          Kematian merupakan titi balik kita untuk mencapai kerajaan Sorga. Apabila Yesus tidak bangkit dan naik ke Sorga terlebih dahulu untuk memberitakan akan hal ini maka sia-sialah iman percaya kita kepadanNya (1 Korintus 15 : 12-14). Oleh karena itu, saudara-saudara yang terkasih, hiduplah menjadi seorang Kristen yang bertekun di dalam Kristus. Menjadi garam dan terang bagi sesama, karena ada satu hasil yang positif ketika kita melakukan semuanya itu. Allah menciptakan manusia hanya sekedar sebagai tempat persinggahan agar dunia ini terisi, karena setelah itu kita kembali beranjak ke Sorga, namun ketika kita mengkhianati Kristus melalui tindakan kita, janji Tuhan tentang kerajaan Sorga itu tidak akan pernah berpihak di dalam kehidupan kita.


Saudara- saudara yang terkasih,


             Dan puncak dari segala fase kehidupan manusia adalah, kita bersama-sama menghadap Tuhan bersama-sama dengan orang terdekat kita yang telah terlebih dahulu menghadap Tuhan (Ay.17), oleh karena itu, jadikanlah kematian seseorang itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan, bahwa Tuhan masih boleh memberikan nafas kehidupan kepada manusia, dan kita bsersama-sama dengan mereka yang telah mendahului kita melihat kerajaan Sorga yang tentram, penuh hikmat, dan tidak ada kemunafikan di dalamnya. saya ini mengakhiri renungan ini dengan suatu lagu yang terambil dari KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap"  Selamat Hidup Kekal Bersama Kristus. AMIN


KJ.278 "Bila Sangkakala Menggegap"
  1. Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
    fajar baru yang abadi merekah;
    bila nanti dibacakan nama orang tertebus,
    pada saat itu aku pun serta.
  2. Refrein: Bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, bila nama dibacakan, pada saat itu aku pun serta.
  3. Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
    dibangkitkan pada pagi mulia
    dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
    pada saat itu aku pun serta
    .
                                                                                                               Selamat hidup kekal di dalam Tuhan. AMEN