Ev: Yesaya 35:1-10
Tidak
terasa, kita telah kembali memasuki masa advent, masa penantian akan kedatangan
Kristus ke dunia ini. Mulai banyak kita lihat rangkaian bentuk perayaan Natal
dalam menyambut kedatanganNya ke dunia ini. Kristus datang dengan satu tujuan
membuat kita berdamai dengan Allah, dengan menjadikan Dia korban penebusan akan
dosa kita, dan menjadikan kita sebagai bangsa yang kudus, dan dapat menjadi
saluran berkat bagi sesama.
Di ayat pertama, jelas kita lihat
Tuhan telah memilih dan mengutus kita jauh sebelum kita lahir. Bentuk
pengutusan ini, dapat kita lihat dalam kisah kelahiran Yesus, bahwa jauh
sebelum ia dikandung oleh Maria, telah banyak nubuat akan Dia, (Yesaya 9:5).
Lantas Ia meneruskan nubuatan itu ke dalam kehidupan kita. Menjadikan kita
sebagai terang. Lantas, kita pun, harus tertuju dan fokus kepada Kristus,
karena hidu kita hanyalah ingin tertuju kepada Ia. Kemudian, kita melihat suatu
bentuk penantian akan kedatangan Kristus, sebagai refleksi akan kehidupan kita.
Cepat atau lambat, Kristus pasti akan datang untuk kita, akan tetapi yang
terjadi pada era sekarang ini adalah orang yang membelakangi dan berpaling
daripada Kristus.
Ada suatu cerita yang mungkin sudah pernah kita dengar. Ada seorang pekerja
tukang kayu, si tukang kayu ini sudah tua dan renta, ia ingin memutuskan untuk
berhenti dari pekerjaannya, karena ia sudah merasa bahwa sudah waktunya untuk
pensiun, karena menurutnya ia sudah tidak memiliki tenanga untuk merubah kayu
menjadi benda yang bermanfaat. Lantas ia mengajukan permohonan pensiunnya
tersebut kepada mandornya. Ketika si tukang kayu telah melayangkan surat
pengunduran diri, atas satu permintaan terakhir si mandor untuk si tukang kayu
ini, yakni membuatkan suatu rumah yang paling bagus dari kayu yang terbaik.
Alangkah kesalnya si tukang kayu ini mendengar jawaban si mandor, padahal ia
ingin pensiun, tetapi masih disuruh untuk bekerja. Akhirnya, dengan kekesalan
tersebut, si tukang kayu ini akhirnya menuruti permintaan si mandor, akan
tetapi ia membuat rumah tersebut dengan konstruksi yang asal-asalan, dengan
kualitas kayu yang buruk. Ketika rumah tersebut telah
jadi, ia melaporkannya kepada si mandor, bahwa rumah permintaan si mandor
tersebut telah jadi. Tetapi alangkah terkejutnya si tukang kayu ini yang
mendengar statement dari si mandor, bahwa rumah yang ia buat dengan kualitas
terburuk itu, untuk dia dan ditingali oleh si tukang kayu ketika ia pensiun.
Sungguh alangkah menyesalnya si tukang kayu tersebut mendengar jawaban atas
pekerjaanya.
Saudara yang terkasih, yang dapat
kita maknai dari cerita diatas, ketika kita tidak terfokus pada satu tujuan,
yakni kristus, kita tidak akan mendapatkan buah yang baik. Marthin Luther pernah
berkata, “Percuma saja Yesus lahir 1.000 kali ke dunia ini, apabila Ia tidak
dapat lahir di hatimu”. Percuma kita merayakan Natal setiap tahun
dengan berbagai bentuk perayaan yang meriah, apabila kita tidak terfokus pada
satu tujuan yakni Kristus lahir untuk mengutus kita, menjadi manusia yang
terberkati, dan berkat tersebut dapat dirasakan oleh sesama. Sering kita egois
dengan kepentingan kita. Saya pun merasakannya, ketika doa saya tidak dijawab
Tuhan untuk melanjutkan studi di tempat yang saya inginkan, ada satu kekecewaan
di pikiran saya terhadap Tuhan. Tetapi saya terus merenungi maksud Tuhan,
Kristus, lahir untuk membuat suatu rancangan yang indah dimasa yang akan
datang, dan itu yang saya rasakan. Ada motivasi Tuhan membentuk karakter dalam
diri manusia melalui kelahiranNya. Menciptakan manusia yang berkualitas, rendah
hati, dan penuh kasih. Ada satu lagu
yang mengisnpirasi saya dan mungkin kita semua untuk terus berkarya di dalam
Kristus, baik di dalam pergumulan kita, ada satu janji Kristus, Ia akan datang,
dan semua indah pada waktunya. Lagu ini diambil dari PKJ No.164 : 1&3 “Jalan Hidup Tak Selalu”
Jalan hidup tak
selalum tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata, pada waktu yang tepat
mungkin langit tak terlihat, oleh awan yang tebal, diatasnyalah membusur, p’langi
kasih yang kekal.
Reff:
Habis hujan
tampak p’langi, bagai janji yang teguh, dibalik duka menanti, p’langi kasih
TuhanMu.
Jauhkan takut
putus asa, walau jalanmu gelap, perteguh kepercayaan, dan langkahmu pertegap.“Tuhan
itu ada kasih”, itulah penghiburmu, diatas duka bercahaya, p’langi kasih
TuhanMu
Reff: Habis
hujan, tempak p’langi......
Ber-Advent, berarti berpengharapan,
tidak goyah dengan segala rintangan dan pergumulan yang ada, karena ada satu
janji Allah, bahwa Ia akan mengruniakan AnakNya Yesus Kristus, sebagai lambang
perdamaian dan kekudusan, dan Ia akan melegakan hati yang penat. Selamat ber
Advent, selamat berpengharapan kepada Kristus. A M E N
Tidak ada komentar:
Posting Komentar