Jumat, 13 Desember 2013

Kedatangan Kristus, menjadikan kita menjadi bangsa yang kudus, dan menjadi berkat bagi sesama



Ev: Yesaya 35:1-10
                Tidak terasa, kita telah kembali memasuki masa advent, masa penantian akan kedatangan Kristus ke dunia ini. Mulai banyak kita lihat rangkaian bentuk perayaan Natal dalam menyambut kedatanganNya ke dunia ini. Kristus datang dengan satu tujuan membuat kita berdamai dengan Allah, dengan menjadikan Dia korban penebusan akan dosa kita, dan menjadikan kita sebagai bangsa yang kudus, dan dapat menjadi saluran berkat bagi sesama.
            Di ayat pertama, jelas kita lihat Tuhan telah memilih dan mengutus kita jauh sebelum kita lahir. Bentuk pengutusan ini, dapat kita lihat dalam kisah kelahiran Yesus, bahwa jauh sebelum ia dikandung oleh Maria, telah banyak nubuat akan Dia, (Yesaya 9:5). Lantas Ia meneruskan nubuatan itu ke dalam kehidupan kita. Menjadikan kita sebagai terang. Lantas, kita pun, harus tertuju dan fokus kepada Kristus, karena hidu kita hanyalah ingin tertuju kepada Ia. Kemudian, kita melihat suatu bentuk penantian akan kedatangan Kristus, sebagai refleksi akan kehidupan kita. Cepat atau lambat, Kristus pasti akan datang untuk kita, akan tetapi yang terjadi pada era sekarang ini adalah orang yang membelakangi dan berpaling daripada Kristus.
            Ada suatu cerita yang mungkin  sudah pernah kita dengar. Ada seorang pekerja tukang kayu, si tukang kayu ini sudah tua dan renta, ia ingin memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, karena ia sudah merasa bahwa sudah waktunya untuk pensiun, karena menurutnya ia sudah tidak memiliki tenanga untuk merubah kayu menjadi benda yang bermanfaat. Lantas ia mengajukan permohonan pensiunnya tersebut kepada mandornya. Ketika si tukang kayu telah melayangkan surat pengunduran diri, atas satu permintaan terakhir si mandor untuk si tukang kayu ini, yakni membuatkan suatu rumah yang paling bagus dari kayu yang terbaik. Alangkah kesalnya si tukang kayu ini mendengar jawaban si mandor, padahal ia ingin pensiun, tetapi masih disuruh untuk bekerja. Akhirnya, dengan kekesalan tersebut, si tukang kayu ini akhirnya menuruti permintaan si mandor, akan tetapi ia membuat rumah tersebut dengan konstruksi yang asal-asalan, dengan kualitas kayu yang buruk. Ketika rumah tersebut telah jadi, ia melaporkannya kepada si mandor, bahwa rumah permintaan si mandor tersebut telah jadi. Tetapi alangkah terkejutnya si tukang kayu ini yang mendengar statement dari si mandor, bahwa rumah yang ia buat dengan kualitas terburuk itu, untuk dia dan ditingali oleh si tukang kayu ketika ia pensiun. Sungguh alangkah menyesalnya si tukang kayu tersebut mendengar jawaban atas pekerjaanya.
            Saudara yang terkasih, yang dapat kita maknai dari cerita diatas, ketika kita tidak terfokus pada satu tujuan, yakni kristus, kita tidak akan mendapatkan buah yang baik. Marthin Luther pernah berkata, “Percuma saja Yesus lahir 1.000 kali ke dunia ini, apabila Ia tidak dapat lahir di hatimu”. Percuma kita merayakan Natal setiap tahun dengan berbagai bentuk perayaan yang meriah, apabila kita tidak terfokus pada satu tujuan yakni Kristus lahir untuk mengutus kita, menjadi manusia yang terberkati, dan berkat tersebut dapat dirasakan oleh sesama. Sering kita egois dengan kepentingan kita. Saya pun merasakannya, ketika doa saya tidak dijawab Tuhan untuk melanjutkan studi di tempat yang saya inginkan, ada satu kekecewaan di pikiran saya terhadap Tuhan. Tetapi saya terus merenungi maksud Tuhan, Kristus, lahir untuk membuat suatu rancangan yang indah dimasa yang akan datang, dan itu yang saya rasakan. Ada motivasi Tuhan membentuk karakter dalam diri manusia melalui kelahiranNya. Menciptakan manusia yang berkualitas, rendah hati, dan penuh kasih.  Ada satu lagu yang mengisnpirasi saya dan mungkin kita semua untuk terus berkarya di dalam Kristus, baik di dalam pergumulan kita, ada satu janji Kristus, Ia akan datang, dan semua indah pada waktunya. Lagu ini diambil dari PKJ No.164 : 1&3 “Jalan Hidup Tak Selalu”
Jalan hidup tak selalum tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata, pada waktu yang tepat mungkin langit tak terlihat, oleh awan yang tebal, diatasnyalah membusur, p’langi kasih yang kekal.
Reff:   
Habis hujan tampak p’langi, bagai janji yang teguh, dibalik duka menanti, p’langi kasih TuhanMu.

Jauhkan takut putus asa, walau jalanmu gelap, perteguh kepercayaan, dan langkahmu pertegap.“Tuhan itu ada kasih”, itulah penghiburmu, diatas duka bercahaya, p’langi kasih TuhanMu
Reff: Habis hujan, tempak p’langi......

            Ber-Advent, berarti berpengharapan, tidak goyah dengan segala rintangan dan pergumulan yang ada, karena ada satu janji Allah, bahwa Ia akan mengruniakan AnakNya Yesus Kristus, sebagai lambang perdamaian dan kekudusan, dan Ia akan melegakan hati yang penat. Selamat ber Advent, selamat berpengharapan kepada Kristus. A M E N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar