Minggu, 08 September 2013

Kotbah RohKris SMA Suluh dalam rangka perayaan Jumaat Agung



Ev : Lukas 21:7-19 ; 22:14-23
Kematian  Yesus, merupakan keselamatan dan teladan bagi kehidupan kita

                     
        
  Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus
            Sebentar lagi kita akan memperingati perayaan Juma’at Agung. Juma’at Agung merupakan seuah perayaan dimana kita melihat seorang Yesus Kristus, anak domba Allah yang diberikan kepada dunia ini “orang-orang fasik” untuk di salibkan agar tercurah sebuah keampunan dan penyelamatan diri kita dari dosa dan maut.  Melalui kita ke empat injil, yakni Injil Matius, Injil Lukas, Markus, dan  Yohannes, kita dapat melihat suatu paket cerita yang sangat memilukan hati kita, seorang Kristus, yang mendapat gelar Raja diatas segala raja, dapat mengalami suatu penderitaan yang seharusnya, Ia tidak perlu merasakannya. Mungkin kita dapat flash back mengenai penderitaan Kristus, semua dimulai ketika yesus tiba di kota Yerusalem dan dielu-elukan disana “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosanna di tempat yang maha tinggi” Mateus 21:9, itulah yang kita peringati sebagai minggu palma, sampai akhirnya semua orang yang berkumpul dikota tersebut berubah 180 derajat pemikirannya, menjadi orang yang mencemooh Tuhan, hingga masuk ke minggu penderitaan (Via Dolorossa) hingga Yesus dialibkan, dan bagkit pada hari yang ke-3. Ada satu episode/bagian dari penderitaan Yesus, yang sangat menginspirasi saya, ketika Yesus berdoa di taman Getsemane,  Ia seperti mengalami suatu pergumulan rohani yang cukup besar selama Ia melayani di dunia ini, mengapa saya katakan hal tersebut sangat menginspirasi, karena seorang Kristus saja, pasti mengalami hal seperti itu, apalagi kita manusia biasa, tetapi Yesus mengajarkan kepada kita, melalui doa, kita dikuatkan dalam setiap pergumulan kita, dimanapun kita berada. Hal menarik lainnya yang dapat kita lihat melalui penderitaan Kristus, adalah vonis kilat yang diberikan Pilatus sebagai Mahkama Agama pada saat itu, karena biasanya vonis salib diberikan hanya untuk orang-orang yang benar-benar terkutuk di suatu kota, dan Yesus yang  menurut Pilatus pun, ia tidak menemukan kesalahanNya, tetapi seperti yang saya katakan tadi berubahnya karakter orang yang mengelu-elukan Yesus di Yerusalem pada saat itu, menuntut Yesus harus tetap menjalani vonis salib. Pada kondisi seperti itu, tentu Pilatus dihadapkan pada 2 pilihan yakni memang Yesus harus dilepaskan karena Ia memang tidak bersalah, disatu sisi Pilatus harus tetap menjaga nama baiknya di tengah-tengah rakyat. Tentu Pilatus lebih mengutamakan pencitraan akan dirinya.
            Saudara-saudara yang terkasih, semua itu dilakukan Tuhan Yesus, agar dunia ini dapat terselamatkan dari dosa dan maut, tetapi banyak diantara kita pada masa sekarang ini kurang menyikapi akan penderitaan Kristus sebagai suatu pelopor dan landasan hidup kita bahwa kita harus menang atas si iblis dan dosa. Kita memang tidak dapat memberikan asusmsi bahwa kita manusia yang paling baik di muka bumi ini, pendeta pun tidak mungkin menjudge dirinya, karena ia seorang pendeta maka ia adalah orang pertama yang akan masuk sorga, tidak,, pendeta sama seperti manusia biasa, tidak lepas dari dosa. Tetapi yang saya ingin tekankan adalah bagaimana kita mampu mengkondisikan diri kita sebagai orang yang tidak berdosa, bukan berarti membongi diri kita, tetapi lebih bagaimana kita berusaha memberikan sesuatu yang terbaik di mata Tuhan,. Berikut hal-hal yang perlu kita lakukan :

1. Upayakan 1 atau 2 langkah anda dapat menjadi berkat bagi sekitar anda
            Kita melangkah pasti kedepan, banyak tantangan, dan pasti tidak mudah melewati setiap rintangan tersebut. Nah, ketika kita melewati rintangan tersebut, pasti kita mempunyai seribu akal dalam melewatinya, mulai dari cara yang benar, hingga takti menipu, yang penting cepat sampai di tujuan. Seperti itulah hidup kita, ketika kita ingin melewati suatu rintangan, seribu cara kita pakai agar kita dapat melewatinya, saudara-saudara yang terkasih, mulus atau tidaknya rintangan yang kita lewati,tergantung seberapa besar ambisi kita, tekad kita agar dapat melewatinya, nah langkah kita tersebutlah yang akan menjadi berkat bagi kita, bahkan bagi sekitar kita. Kita diciptakan Tuhan gak sekedar diciptakan, percayakah anda bahwa setiap hari karakter kita berubah-ubah, kada Tuhan ingin menciptakan kita menjadi seorang yang memiliki emosi (pemarah), agar kita dapat menggunakan buah roh penguasaan diri, seberapa besar kita dapat menguasai diri kita, kadang Tuhan membuat diri kita lemah, agar kita dapat move, bangkit dari ketertinggalan menjadi pemenang dalam Kristus, nah ketika kita diuji oleh Tuhan, disitulah kita menjadi salurang berkat bagi kita sendiri, dan sekitar kita, karena Tuhan sudah tahu bagaimana kita dikemudian hari, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau….” (Yeremia 1:5)
2.Menjadi pelaku Firman Tuhan dengan baik bukan hanya pendengar
Di dalam Matius pasal ke-28 di ayat yang ke-16 s.d 20 Tuhan Yesus mengajak kita untuk memberitakan injil ke seluruh dunia. Kemudian pada era sekarang ini, nat ini menjadi suatu perbincangan terutama pada pemuda Kristen yang merasa bahwa ia tidak cocok bahkan menurut mereka memberitkana injil cukuplah hanya pendeta dan majelis jemaat, mereka mungkin masih memliki falsafah hidup yang dituakanlah yang pantas menjadi seorang penginjil, patahkan anggapan seperti itu..!! Tuhan telah merancang segala sesuatu tentang kita betul-betul dipikirkan secara matang, karena segala sesuatu yang Tuhan buat harus berguna, jadi, jangan anda merasa bahwa diri anda hanyalah jemaat yang biasa-biasa, jangan pasif, mulailah dari hal yang kecil, yakni mendoakan sesama, itu pun sudah  merupakan bentuk pelayanan kita kepada Tuhan.
            Tuhan Yesus telah datang ke dunia ini, dan telah memberikan keselamatan kepada kita orang-orang yang berdosa, dan Yesus mati, untuk member keampunan akan dosa-dosa kita, dan Yesus naik ke sorga dengan janji mempersiapkan tempat yang terindah bagi kita, yakni Sorga. Jadi, sebagai seorang pemuda-pemudi Kristen, mungkin kita bukanlah seorang  Pendeta, tapi mari dari hal kecil, kita sudah melayani Yesus dengan baik, selamat berjuang di dalam Kristus. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar