Ev : Lukas 21:7-19 ; 22:14-23
Kematian Yesus,
merupakan keselamatan dan teladan bagi kehidupan kita
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus
Sebentar
lagi kita akan memperingati perayaan Juma’at Agung. Juma’at Agung merupakan
seuah perayaan dimana kita melihat seorang Yesus Kristus, anak domba Allah yang
diberikan kepada dunia ini “orang-orang fasik” untuk di salibkan agar tercurah
sebuah keampunan dan penyelamatan diri kita dari dosa dan maut. Melalui kita ke empat injil, yakni Injil
Matius, Injil Lukas, Markus, dan
Yohannes, kita dapat melihat suatu paket cerita yang sangat memilukan
hati kita, seorang Kristus, yang mendapat gelar Raja diatas segala raja, dapat
mengalami suatu penderitaan yang seharusnya, Ia tidak perlu merasakannya.
Mungkin kita dapat flash back mengenai penderitaan Kristus, semua dimulai
ketika yesus tiba di kota Yerusalem dan dielu-elukan disana “Hosana bagi Anak
Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosanna di tempat yang
maha tinggi” Mateus 21:9, itulah yang kita peringati sebagai minggu palma,
sampai akhirnya semua orang yang berkumpul dikota tersebut berubah 180 derajat
pemikirannya, menjadi orang yang mencemooh Tuhan, hingga masuk ke minggu
penderitaan (Via Dolorossa) hingga Yesus dialibkan, dan bagkit pada hari yang
ke-3. Ada satu episode/bagian dari penderitaan Yesus, yang sangat menginspirasi
saya, ketika Yesus berdoa di taman Getsemane,
Ia seperti mengalami suatu pergumulan rohani yang cukup besar selama Ia
melayani di dunia ini, mengapa saya katakan hal tersebut sangat menginspirasi,
karena seorang Kristus saja, pasti mengalami hal seperti itu, apalagi kita
manusia biasa, tetapi Yesus mengajarkan kepada kita, melalui doa, kita
dikuatkan dalam setiap pergumulan kita, dimanapun kita berada. Hal menarik
lainnya yang dapat kita lihat melalui penderitaan Kristus, adalah vonis kilat
yang diberikan Pilatus sebagai Mahkama Agama pada saat itu, karena biasanya
vonis salib diberikan hanya untuk orang-orang yang benar-benar terkutuk di
suatu kota, dan Yesus yang menurut
Pilatus pun, ia tidak menemukan kesalahanNya, tetapi seperti yang saya katakan
tadi berubahnya karakter orang yang mengelu-elukan Yesus di Yerusalem pada saat
itu, menuntut Yesus harus tetap menjalani vonis salib. Pada kondisi seperti
itu, tentu Pilatus dihadapkan pada 2 pilihan yakni memang Yesus harus
dilepaskan karena Ia memang tidak bersalah, disatu sisi Pilatus harus tetap
menjaga nama baiknya di tengah-tengah rakyat. Tentu Pilatus lebih mengutamakan
pencitraan akan dirinya.
Saudara-saudara
yang terkasih, semua itu dilakukan Tuhan Yesus, agar dunia ini dapat
terselamatkan dari dosa dan maut, tetapi banyak diantara kita pada masa
sekarang ini kurang menyikapi akan penderitaan Kristus sebagai suatu pelopor
dan landasan hidup kita bahwa kita harus menang atas si iblis dan dosa. Kita
memang tidak dapat memberikan asusmsi bahwa kita manusia yang paling baik di
muka bumi ini, pendeta pun tidak mungkin menjudge dirinya, karena ia seorang
pendeta maka ia adalah orang pertama yang akan masuk sorga, tidak,, pendeta
sama seperti manusia biasa, tidak lepas dari dosa. Tetapi yang saya ingin
tekankan adalah bagaimana kita mampu mengkondisikan diri kita sebagai orang
yang tidak berdosa, bukan berarti membongi diri kita, tetapi lebih bagaimana
kita berusaha memberikan sesuatu yang terbaik di mata Tuhan,. Berikut hal-hal
yang perlu kita lakukan :
1.
Upayakan 1 atau 2 langkah anda dapat menjadi berkat bagi sekitar anda
Kita
melangkah pasti kedepan, banyak tantangan, dan pasti tidak mudah melewati
setiap rintangan tersebut. Nah, ketika kita melewati rintangan tersebut, pasti
kita mempunyai seribu akal dalam melewatinya, mulai dari cara yang benar,
hingga takti menipu, yang penting cepat sampai di tujuan. Seperti itulah hidup
kita, ketika kita ingin melewati suatu rintangan, seribu cara kita pakai agar
kita dapat melewatinya, saudara-saudara yang terkasih, mulus atau tidaknya
rintangan yang kita lewati,tergantung seberapa besar ambisi kita, tekad kita
agar dapat melewatinya, nah langkah kita tersebutlah yang akan menjadi berkat
bagi kita, bahkan bagi sekitar kita. Kita diciptakan Tuhan gak sekedar
diciptakan, percayakah anda bahwa setiap hari karakter kita berubah-ubah, kada
Tuhan ingin menciptakan kita menjadi seorang yang memiliki emosi (pemarah),
agar kita dapat menggunakan buah roh penguasaan diri, seberapa besar kita dapat
menguasai diri kita, kadang Tuhan membuat diri kita lemah, agar kita dapat
move, bangkit dari ketertinggalan menjadi pemenang dalam Kristus, nah ketika
kita diuji oleh Tuhan, disitulah kita menjadi salurang berkat bagi kita
sendiri, dan sekitar kita, karena Tuhan sudah tahu bagaimana kita dikemudian
hari, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal
engkau….” (Yeremia 1:5)
2.Menjadi
pelaku Firman Tuhan dengan baik bukan hanya pendengar
Di dalam Matius pasal ke-28 di ayat yang ke-16 s.d
20 Tuhan Yesus mengajak kita untuk memberitakan injil ke seluruh dunia.
Kemudian pada era sekarang ini, nat ini menjadi suatu perbincangan terutama
pada pemuda Kristen yang merasa bahwa ia tidak cocok bahkan menurut mereka
memberitkana injil cukuplah hanya pendeta dan majelis jemaat, mereka mungkin
masih memliki falsafah hidup yang dituakanlah yang pantas menjadi seorang
penginjil, patahkan anggapan seperti itu..!! Tuhan telah merancang segala
sesuatu tentang kita betul-betul dipikirkan secara matang, karena segala
sesuatu yang Tuhan buat harus berguna, jadi, jangan anda merasa bahwa diri anda
hanyalah jemaat yang biasa-biasa, jangan pasif, mulailah dari hal yang kecil,
yakni mendoakan sesama, itu pun sudah
merupakan bentuk pelayanan kita kepada Tuhan.
Tuhan
Yesus telah datang ke dunia ini, dan telah memberikan keselamatan kepada kita
orang-orang yang berdosa, dan Yesus mati, untuk member keampunan akan dosa-dosa
kita, dan Yesus naik ke sorga dengan janji mempersiapkan tempat yang terindah
bagi kita, yakni Sorga. Jadi, sebagai seorang pemuda-pemudi Kristen, mungkin
kita bukanlah seorang Pendeta, tapi mari
dari hal kecil, kita sudah melayani Yesus dengan baik, selamat berjuang di
dalam Kristus. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar