Hey friends, kali ini gw gak akan nulis reungan dsb, tapi gue mau nulis perjalanan hidup gw (biar kaya yang lain, edisi akhir tahun..wkwk). So, semua dimulai dari perjalanan hidup gue di SMA yang sebentar lagi akan berakhir dg datangnya UN (maklum mungkin gw adalah murid yang paling bangkotan dg kumis ter-sexsy di sekolah..:p ). jujur aja gw gak ngerasa ada euforia deg2an atau sejenisnya dengan temen2 yang lain menjelang UN. buktinya aja, untuk meredakan otak gw yang udah mulai chaotic semenjak jadi anak kelas XII, gw meutuskan untuk nonton, persis H-1 sebelum UN (Hebat kan gue..hahah). singkat cerita pengumuman pun tiba, dan gue dinyatakan untuk LULUS dari SMA.Super flat adalah ekspresi yang dapat digambarkan waktu itu (jelas aja, anak sekolah kalo udah ujian yang emang haru LULUS kan).
Berikutnya, ini adalah kisah yang paling melekat yang gak akan pernah gue lupakan sampai akhir tahun ini (maaf kalo agak lebay..hihi). yap, kisah itu bermula ketika gw memutuskan untuk melanjutkan study ke bidang Teologi. jujur aja, semenjak kecil gue terobsesi untuk menjadi seorang Pendeta di Gereja dimana gue dibaptis dan sidi, yaitu HKBP. bukan buat cari nama/pamor, dsb. menurut gue mungkin ini yang dinamakan panggilan Tuhan. awalnya gue ingin melanjutkan studi di STT HKBP Pematang-Siantar, tetapi ketika mendapat info kalau pendaftaran sudah ditutup, gue memutuskan untuk melanjutkan pendaftaran ke STT Jakarta. sesampainya dikampus, rasa penasaran gue akan kampus ini pun mulai terasa dari pertama gue markir motor. jujur aja kalo ke STT Jakarta, ini sudah kunjungan ke-3, karena sebelumnya udah pernah kesini nemenin nyokap acc.sertfikasi keguruannya, tapi tetep aja, yang namanya penasaran, ya kaya gini,, gue keliling kantinnya, lewatin kapelnya, lewati perpusnya dsb. singkat cerita ketika tiba hari ujian, gue mengikuti seluruh tahap ujian dengan lancar, dengan harapan dapat diterima dan mimpi gue menjadi Pendeta segera terwujud. jujur di fase-fase seperti ini, sifat egois gue muncul. hingga hari pengumuman tiba, nama gue gak ada di daftar orang-orang yang diterima. jujur semenjak itu, gue serasa gak punya semangat hidup, sedih se sedih2nya, galau, dll.mungkin ini yang dibilang "banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih" mungkin gue diantaranya, ketika gue punya niat, Tuhan belum berkenan. gue berusaha ikhlas dengan ketetapan yang Tuhan berikan dalam hidup gue, sambil berfikir, kemana gue akan melanjutkan studi.
hingga akhirnya, Tuhan mempertemukan gue dengan suatu universitas, yang mungkin jodoh dengan gue, Univ.Pacasila, demikian namanya. disini banyak orang-orang yang gokil menurut gue, apalagi teman-teman sekelas gue, mulai dari ketua kelas yang namanya dikenal seluruh maba ekonomi, sampai 2 anak kadudul + pongo "Yoga dan Alan". jujur disini gue ngerasa nyaman, mungkin inilah yang disbut dengan jalan Tuhan di dalam hidup gue. dan gue ketemu sama satu temen,yang asik, gokil, seru, friendly namanya Rivaldy. menurut gue dia itu bukan lagi best friend, tapi udah lebih kaya debang (dedek-abang..wkwk), secara, gue kemana, dia pasti ikut, dia kemana gue juga ikut. tapi paling males, kalo ceritanya ttg si gneis melulu (Ceweknya Valdy), Pliss brooh, lu cerita sama orang yang jelas-jelas masih jomblo *ngenesss -___-
Oke, sekian ya pengalaman gue di tahun ini, harapan 2014, lulus ujian semestar dengan IP terbaik, lulus kuliah dengan hasil yang memuaskan. obsesi mungkin akan mencoba melanjutkan studi Teologi lagi, kalo Tuhan berkenan, karena passion gue itu adalah menjadi gembala Tuhan, semoga Tuhan selalu memberkati kita semua. AMIN :)
Terus beriman Jes, kalau panggilan pasti akan tiba waktunya. It's all about His perfect timing... ^_^
BalasHapusSemangat kaka
BalasHapus